Membeli Limbah CARBIDE dan HSS Bekas Tools dan lainya: Investasi Bodong | Skema Ponzi

Membeli Limbah Carbide dengan Harga Pantas

Telp : 021 8991 3270
0812 1717 7679 | 0823 1149 1799
0852 1492 1391 | 0852 8182 8325

Lokasi Cikarang Selatan, Bekasi, Jawa Barat




Kamis, 10 Desember 2015

Investasi Bodong | Skema Ponzi

Membeli Limbah Carbide Dengan Harga Pantas

Telp : 021 8991 3270
WA : 0823 1149 1799 | 0852 1492 1391 | 0852 8182 8325

Skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi.

Skema Ponzi biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian abnormal yang tinggi atau luar biasa konsisten.

Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Skema_Ponzi


Membeli Limbah Carbide Insert, Tap, Bor/Drill, Snai dan material Carbide lain KAMI BELI DENGAN HARGA SANGAT PANTAS Telp : 021 8991 3270 WA : 0812 1717 7679 WA : 0823 1149 1799 WA : 0852 1492 1391 WA : 0852 8182 8325

Dikirim oleh Limbah Carbide pada Minggu, 05 April 2020

Charles Ponzi (1882 – 1949) adalah orang pertama yang paling berhasil menggunakan cara ini untuk menipu dan mendapat sorotan masyarakat. Ia bukan hanya menipu dalam jumlah yan…g besar, tetapi juga mendapat sorotan. Kejadiannya di sekitar tahun 1920.

Charles Ponzi bukan tergolong penipu yang melibatkan dana terbesar dalam sejarah. Ponzi dimasa itu hanya berhasil menyeret dana sebesar $ 7 juta (kira-kira senilai 10 ton emas). Jumlah itu tidak lah banyak kalau dibandingkan dengan kasus Bernie Madoff.

Ponzi adalah imigran dari Italia yang datang ke Boston US, di tahun 1903. Menurut cerita, dia seorang penjudi dan selama dalam pelayaran uangnya dihabiskan di meja judi. Walaupun kantongnya kosong, tetapi kepalanya penuh dengan sejuta harapan.

 Ponzi nampaknya punya kepribadian yang menarik dan mampu menyakinkan orang. Kalau diibaratkan seorang pedagang, dia adalah pedagang yang mampu menjual lemari es kepada seorang eskimo di Alaska, atau seorang yang mampu menjual tahi ayam seharga permen coklat. Karakter inilah yang menguntungkan baginya untuk menjadi penipu.

Ponzi melihat bahwa:

 1. Orang tidak berpikir panjang ketika melihat potensi keuntungan yang besar atau ditawari keuntungan yang besar. Lebih-lebih kalau sudah ada contohnya. Bisnis proposal yang ditawarkan harus menarik dan mudah dimengerti, walaupun tidak masuk akal.

 2. Sekali namanya dikenal, maka orang dengan sendirinya akan berbondong-bondong datang menyerahkan uangnya. Bahkan orang (calon korbannya) akan menanamkan lagi ‘keuntungan’ yang diterimanya, sehingga pengumpulan uang mengalami percepatan.

 3. Pada suatu fase, terjadi mania dimana herd mentality, mentalitas ikut arus, kuat. Ketika itu banyak orang ikut terjun kedalam bisnis yang sedang digilai (dalam hal ini menginvestasikan uangnya ke Banco Zarossi) maka semakin banyak orang lainnya yang ikut latah, tanpa banyak berpikir.

Diambil dari berbagai sumber
Comments
0 Comments
Comments
0 Comments

Tidak ada komentar:

Posting Komentar